Pemerintah Matangkan Pelatihan Kerja Gratis untuk SMK


Nurul Hayat  |  22 Agustus 2017   |   Info  |  198

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku, pemerintah tengah melakukan pemetaan kembali terhadap sekolah menengah kejuruan (SMK) guna memantapkan program pendidikan vokasi.

Saat ini tersusun program pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri. Sebanyak 1.775 SMK, meliputi 845.000 siswa menjadi target sasaran untuk dapat terhubung dan bersinergi dengan 355 perusahaan industri.

Adapun, program link and match ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Itu vokasi kita bicarakan rencana seperti apa kesiapan SMK kita. Artinya, SMK kita itu sekarang ada di pemda, ada di provinsi kewenangannya, bukan di Menteri Pendidikan. Intinya, untuk vokasi, buat kita, SMK itu penting dalam pengembangannya," kata Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Darmin menyebutkan, rapat koordinasi tentang vokasi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy lebih banyak membahas terkait dengan status SMK yang ada di Indonesia.

"Ternyata SMK kita itu lebih banyak swasta daripada pemerintah. Jadi, kita harus kumpulkan betul petanya seperti apa," jelas dia.

Darmin mengungkapkan, dari seluruh SMK yang ada memang tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua bisa menerapkan program vokasi. Namun, dia masih optimis bahwa target tersebut masih dapat direalisasikan.

"Jadi benar-benar lebih melihat peta SMK seperti apa, walau tadi kesimpulannya masih belum, datanya masih belum. Ya karena itu tadi, SMK kewenangannya ada di pemda," tukas dia. 


Berita Terbaru